Ciri-Ciri Hamil Muda di Luar Kandungan yang Tidak Boleh Diremehkan

Posted on

Ciri-ciri Hamil MudaTahukah Mom jika kehamilan tidak selalu berjalan normal dan lancar? Ada istilah hamil muda di luar kandungan yang umumnya muncul pada trimester awal atau hamil muda. Ciri-ciri hamil muda di luar kandungan atau dikenal dengan istilah ektopik ini tidak boleh diremehkan. Hal ini dikarenakan efek pendarahannya yang sangat membahayakan.

Kenapa kondisi ini bisa terjadi? Terbentuknya jaringan parut akibat adanya peradangan atau kerusakan pada tuba falopi bisa menjadi salah satu penyebabnya. Hingga akhirnya sel telur yang telah dibuahi tersebut terhalangi saat ingin masuk ke dalam rahim dan tidak dapat tumbuh normal, bahkan sampai terjadi kematian embrio (janin).

Pada kehamilan normal, sel telur yang dibuahi akan menempel pada rahim. Sedangkan pada kasus ektopik, sel telur tersebut menempel pada dinding saluran tuba falopi, ovarium (indung telur), serviks (leher rahim), atau rongga perut. Lantas, seperti apa ciri-ciri hamil muda ektopik ini? Mom bisa menyimaknya dalam ulasan berikut.

  • Nyeri pada Perut Bagian Bawah

Ciri pertama adalah rasa nyeri di perut bagian bawah. Jika Mom sedang hamil muda dan sering merasakan nyeri di salah satu sisi bawah perut dan terjadi secara berkala, Mom harus waspada. Meski ibu hamil sering merasa tidak nyaman di bagian perutnya, kondisi ini jelas bukan hal yang biasa terjadi pada kehamilan normal.

Oleh karena itu, segera ambil keputusan untuk mengajak suami atau kerabat terdekat untuk memeriksakan kandungan Mom. Karena jika ciri-ciri hamil muda di luar kandungan ini dibiarkan, bisa menyebabkan hal buruk lain yang tidak lagi sekadar nyeri.

  • Terjadi Pendarahan Ringan

Ciri-ciri hamil muda kedua yang bisa menjadi indikasi terjadinya kehamilan di luar kandungan adalah pendarahan ringan di vagina. Memang banyak sekali penyebab terjadinya pendarahan ringan. Salah satunya adalah jika Mom melakukan banyak aktivitas sehingga merasa lelah dan stres. Hal ini berpengaruh pada kondisi rahim dan terjadilah pendarahan.

Penyebab lainnya yaitu terjatuh di kamar mandi atau tempat lain. Sebagian kasus ibu hamil yang terjatuh pada posisi tertentu atau tidak membahayakan janin, tetap mengakibatkan pendarahan. Tapi, umumnya janin masih bisa diselamatkan asalkan sang ibu lebih banyak bed rest dan tidak terjatuh lagi untuk kedua kalinya.

Mom boleh saja positive thinking juga seperti itu, tapi pendarahan seringan apapun atau tanpa adanya tragedi jatuh sekalipun, tetap harus periksa ke dokter. Dengan cara ini, Mom bisa mencegah terjadinya pendarahan lanjutan yang lebih berat dan fatal akibat tidak segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

  • Sakit saat BAB

Sakit saat BAB juga bisa menjadi ciri-ciri hamil muda di luar kandungan. Karena, salah satu tempat berkembangnya janin di luar rahim adalah di dalam abdomen atau perut. Tidak heran jika penderitanya sering mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, Mom perlu waspada jika sering mengalami keluhan berupa sakit perut.

Keinginan untuk BAB yang menimbulkan tekanan pada rectum memang hal yang biasa. Tapi jika hal ini terjadi pada wanita yang hamil ektopik, maka bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan tidak tertahankan.

  • BAK Tidak Nyaman

Gangguan saat BAK merupakan ciri-ciri hamil muda ektopik berikutnya. Karena, posisi kantung kencing berhubungan dengan tempat berkembangnya janin, baik itu normal di dalam maupun di luar rahim atau kandungan.

Mom juga pasti sudah paham bahwa saluran kencing bukan hanya berhubungan dengan rahim, tapi juga jalur lahir. Jadi, bukan hal aneh jika kehamilan ektopik tidak hanya beakibat pada rasa sakit saat BAB, tapi juga BAK.

  • Pusing, Mual, dan Muntah

Mom juga perlu waspada dengan rasa pusing yang disertai dengan mengaburnya penglihatan. Menurunnya fungsi mata ini yang biasanya diiringi dengan rasa mual dan muntah ini juga ciri-ciri hamil muda ektopik. Meski sama dengan kondisi moning sick, Mom harus segera mengonsultasikannya dengan dokter tentang kondisi ini.

  • Nyeri Bahu dan Panggul

Ciri-ciri hamil muda di luar kandungan yang keenam yaitu nyeri di beberapa anggota tubuh lainnya seperti bahu dan panggul. Meski belum bisa dipastikan penyebab bahu yang terasa sakit, tapi hal ini bisa dikaitkan dengan kondisi kehamilan ektopik yang menyebabkan mual dan muntah hingga penderitanya merasa sangat kelelahan, salah satunya di bagian bahu.

Kemudian, sebagai pusat rasa nyeri karena adanya benda padat berupa janin yang tidak berkembang normal, dokter akan melakukan pemeriksaan awal di bagian tubuh ini. Jika panggul ini diraba, Mom akan merasa sangat kesakitan.

  • Pingsan

Jika kehamilann ektopik bisa sampai menyebabkan pingsan, maka sudah tidak boleh lagi dirawat biasa di dalam rumah. Perlu penanganan intensif untu kondisi yang merupakan kelanjutan dari rasa pusing dan mata berkunang-kunang. Selain itu, pingsannya ibu hamil ektopik ini biasanya didahului oleh pendarahan hebat.

Selanjutnya, selain memeriksa kondisi fisik di bagian rongga panggul, dokter juga akan melakukan tes USG dan darah. Jenis tes USG yang paling akurat hasilnya untuk mengetahui kepastian ektopik atau bukan yaitu USG transvaginal. Dengan cara ini, dokter bisa tahu jawabannya setelah mendapat konfirmasi tentang lokasi kehamilan dan detak jantung janin.

Pada intinya, ciri-ciri hamil muda di luar kandungan itu mirip dengan hamil muda normal. Terutama jika tidak sampai terjadi pendarahan ringan sampai berat, rasa tidak nyaman dan sakit akibat kehamilan ektopik ini sama seperti keluhan-keluhan pada ibu hamil normal. Jadi, lebih waspada ya Mom, kalau menemukan ciri-ciri tersebut?